Seratusan Ulama Minangkabau, tokoh dan Mubaligh serentak di enam lokasi berbeda (Padang, Solok, Bukittinggi, Maninjau, Painan, Tapan) bertema bergerak bela kehormatan Islam "Lagi-lagi pelecehan ajaran Islam: jangan main-main dengan umat islam" dalam rilis sikap para warasatul anbiya tersebut
Ajaran islam dilecehkan, umat islam bergerak tidak lagi memandang asal ormas dan partai, semua melebur bela kehormatan ajaran agama warisan Rasulullah saw serta termaktub dalam kitab mu'tabar ulama. Maka yang dilakukan Dede Budhyarto (Komisaris Independen PT. Pelni) plesetkan kata Khilafah merupakan bentuk menggaduh ketentraman islam
Pertemuan yang dilakukan di pagi ahad (20/11) yang berlangsung diberbagai tempat. Di Bukittinggi dalam multaqa ulama ini forum menyatakan bahwa apa yang dilakukan Komisaris BUMN dengan menistakan istilah khilafah adalah bentuk pelecehan.
"Khilafah itu ajaran Islam, ajaran Ahlus Sunnah wal jamaah Warisan Rasulullah saw, melecehkannya berarti telah melecehkan Islam dan ajaranya serta kaum muslimin" dibacakan Buya Jallaludiin dalam pernyataan sikap bersamanya
Sementara di Kota Padang bersama lima puluhan ulama tokoh da'i aktivis melalui seruan Buya Husni, M.H, beliau mendesak pemerintah buktikan keseriusan menindak pelaku pelecehan,
"berulang terjadinya penistaan agama dan ajaranya, maka mereka ini harus mendapatkan hukuman setimpal dengan perbuatannya, agar ke depan tidak ada lagi pelecehan-pelecehan terhadap Islam, Ajarannya dan kaum muslimin" ungkap Pimpinan Majelis Darul Hadziq ini.
hal senada juga diserukan ulama Pesisir, Solok, Maninjau dalam rilisnya pada pokoknya menyeru semua pihak untuk tidak membuat gaduh dengan berbagai ucapan dan ungkapan, dalam kondisi negeri ini yang sedang sulit serta seruan kepada seluruh kaum muslimin khususnya ulama untuk menjaga kehormatan islam serta ajarannya
Pertemuan diberbagai tempat itu berlangsung khidmat dan penuh asa demi bangkitnya negeri dari keterpurukan berbagai sisi dan hanya Islam kaffah solusi negeri []