Hizbut Tahrir Inggris Menyerukan David Cameron untuk Berdebat Publik

Responsive Ad Here
Syabab.Com - Sebuah kelompok religius kontroversial di tengah-tengah barisan politik telah menantang pemimpin Konservatif David Cameron untuk bergabung dalam sebuah debat publik, demikian dilaporkan oleh Press Association. Perbincangan Hizbut Tahrir dan Cameron tengah hangat baru-baru ini di media Inggris dan internasional, terutama terkait tuduhan palsu yang dipaksakan oleh Cameron yang menginginkan Hizbut Tahrir dilarang.


David Cameron pada hari Rabbu menantang Perdana Menteri Gordon Brown atas sekolah yang dikelola oleh Islamic Shakhsiyah Foundation (ISF) yang katanya telah menerima £ 113,000 dari pemerintah, sebagian dana yang dirancang untuk mencegah ekstrimisme kekerasan, meskipun dikaitkan dengan kelompok Hizbut Tahrir [baca: Perdana Menteri Inggris Gordon Brown Peringatkan David Cameron Tidak Stigmatisasi Kaum Muslim].

Sekretrais Sekolah Ed Balls menuduh Cameron "mengolesi pecah belah", mengatakan uang diberikan ke sekolah di Slough dan London Utara dari Haringey sebenarnya di maksudkan untuk membiayai tempat-tempat penitipan anak gratis selama tiga dan empat tahunan.

Ofsted melihat kedua sekolah tersebut setelah tuduhan-tuduhan itu yang pada awalnya dibuat dan ditetapkan bahwa klaim terhadap mereka "tidak berdasar", katanya.

Hizbut Tahrir menuduh Parlemen Cameron menggunakan hak istimewa untuk mendaur ulang masa lalu, tuduhan palsu. Pada konferensi pers di pusat kota London, juru bicara Taji Mustafa mengatakan Cameron berusaha untuk "menurunkan skor murahan atas pemerintah" dengan menggunakan "penyajian keliru yang menipu".

Berbicara di depan Perdana Menteri, Cameron menggambarkan ISF sebagai organisasi depan Hizbut Tahrir. Pemimpin Konservatif meminta Brown "menguasai masalah ini" dan melarang Hizbut Tahrir.

"Sekolah ini didirakan oleh ekstrimis, melalui Ofsted dan disetujui oleh Komisi Charity, dalam penerimaan uang publik," kata Cameron.
[David Cameron Sering Keluarkan Kebijakan Anti Islama]

David Cameron Sering Keluarkan Kebijakan Anti Islama


"Kita memperoleh pemerintah yang mengakatan mereka ingin mencegah ekstrimisme, namun mendanai ekstrimis," lanjutnya.

Ungkap Tuduhan Palsu dan Kebijakan Anti Islam David Cameron

Menanggapi tuduhan palsu Cameron tersebbut, yang telah menuduh bahwa Hizbut Tahrir memiliki organisasi depan yang dinamakannya sebagai sekolah dasar Islam di London dan Slough dan tuduhan bahwa organisasi tersebut menerima uang dari pemerintah, Taji Mustafa mengatakan bahwa tuduhan ini bukanlah hal yang baru, tetapi daur ulang tuduhan lama yang terjadi karena kurangnya kredibbilitas.

Hizbut Tahrir tidak, dan tidak pernah, menjalankan sekolah. Kami percaya bahwa sekolah yang mempromosikan nilai-nilai Islam, penghormatan kepada Pencipta mereka, kecintaan kepadaa Nabi Saw, persaudaraan sesama muslim, menghormati orang lain dan sopan santun, adalah hal yang baik.

Namun pernyataan Cameron adalah dusta, tidak hanya pada saat itu saja. Tuduhan yang sama sebelumnya telah dibuat oleh jurnalis wartawa berbagai jenis tabloid kecil yang bersemangat untuk membuat nama untuk diri mereka sendiri, tetapi jatuh ke dasar karena tidak ada yang membawa mereka serius.

Dugaan tentang penerimaan uang ke Hizbut Tahrir juga palsu. Hizbut Tahrir tidak dan tidak akan pernah mengambil satu sen pun dari setiap pemerintah, tidak seperti banyak anggota parlemen. Kami tidak pernah mengambil dan tidak akan mengambil uang dari pemerintah manapun baik secara langsung maupun tidak langsung.

Tipu daya ini merupakan pengulangan pernyataan yang dibuat akhir-akhir ini dalam laporan tentang Hizbut Tahrir oleh think tank sayap kanan, Pusat Kohesi Sosial. Direktur Pusat Kohesi Sosial (CSC), Douglas Murray, yang mengaku sebagai neokonservatif mengatakan babhwa ketentuan bagi umat Islam di Eropa harus dipersulit [baca: Think Tank Inggris Ketar Ketir Hadapi Meningkatnya Seruan Penegakkan Syariah dan Khilafah di Negerinya].

Hizbut Tahrir malah mengkritik Cameron yang tetap mendukung perang di Afghanistan. Baru-baru ini, Cameron berpendapat di Radio BBC bahwa pasukan harus tetap selama diperlukan untuk mencegah ancaman "teroris". Ini menujukkan bahwa Cameron menginginkan pasukan Inggris harus tetap sebagai penjajah tanpa batas.

Perbincangan seputar Hizbut Tahrir dan Cameron ini sedang hangat di beberapa media Inggris. Konferensi Pers Hizbut Tahrir Inggris (HTB) tersebut digelar di pusat kota London yang diharidi oleh wartawan dari berbagai media termasuk BBC News, BBC 5 Live, BBC Newsnight, Press TV, Islam Channel dan Associated Press. [z/ap/htb/syabab.com]