Humor ala Rusia

Responsive Ad Here
Sri Mulyani Sindir Menkeu Amerika
JAKARTA
- Menteri Keuangan Sri Mulyani sempat melontarkan sindiran kepada Menteri Keuangan Amerika Menteri Timothy Geithner. Sri Mulyani pun mengaku punya pengalaman kurang mengenakkan dengan Timothy pada 1998 silam.


Kejadian itu berawal dari ungkapannya mengenai sistem yang digunakan kartu kredit (credit card) tak jauh ubahnya bagai rentenir.


"Waktu kita bicara dengan Bank Indonesia (BI), kita sadari bahwa credit card itu seperti rentenir," ujar Sri Mulyani yang juga menko perekonomian, dalam sambutannya saat membuka Raker Depdag di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (16/4/2009).


Pasalnya, lanjut Menkeu, jika pembayaran kartu kredit telat, walau hanya sehari maka akan terkena bunga, layaknya berutang dengan rentenir.


Dia menuturkan, kartu kredit ini merupakan bagian dari kredit konsumsi yang membuat negara adidaya AS mengalami defisit, baik di APBN maupun neraca pembayarannya. "Rata-rata di AS, setiap orang itu punya lima kartu kredit," katanya.


Salah satu faktor inilah yang membuat sektor perbankan di AS juga menjerit akibat tingkat toxic asset, yang dalam hal ini merupakan non-performing loan (NPL) jadi membengkak luar biasa. Lalu wanita yang biasa disapa Ibu Ani ini sedikit mengungkit kredibilitas dari Menteri Keuangan Amerika Timothy Geithner. Dia mengungkapkan, ketika Indonesia sedang dalam krisis moneter 1998, Timothy merupakan salah satu orang yang banyak berkomentar mengenai perbankan di Indonesia. Timothy berkomentar tanpa mau tahu mengenai respons dari parlemen (DPR) maupun masyarakat pada umumnya.

"Ketika itu dia bilang, bank ini harus direstrukturisasi. Bank itu harus ditutup, bank yang itu juga harus dihilangkan toxic asset-nya. Dan sekarang bagaimana kondisi di sana (AS)?" imbuhnya.


Sekarang kondisi keuangan di Negeri Paman Sam tersebut telah cukup berat, dan nampaknya Timothy juga cukup pusing dengan keadaan ini.


Pasalnya, persetujuan Parleman di AS cukup alot untuk bisa meloloskan stimulus yang akan dikucurkan ke sektor perbankan guna merestrukturisasi perbankan. Cara yang ditempuh adalah dengan menghilangkan toxic asset-nya.


Gara-gara ini pula, Sri Mulyani menyindir Timothy . "Hey Timothy, are you remember what you say to Indonesia?" katanya sambil mencibir. [m.okezone.com]



komentar:
Sesama murid seperguruan Kapitalisme dilarang bertengkar!