Pesan yang menggugah
Analisis Serangan AS ke Iran! Tujuan Tersembunyi Trump di Balik Agresi Militer by Farid Wajdi
Andalas
— Serangan Amerika ke Iran memicu pertanyaan besar tentang tujuan sebenarnya. Simak analisis lengkap tentang arogansi AS, pelanggaran hukum internasional, dan pelajaran bagi umat Islam.
Iran: Antara Kepentingan Amerika dan Kesadaran Independen
Meskipun selama ini Iran memposisikan diri sebagai orbit Amerika, mereka telah melayani beberapa kepentingan Amerika secara regional. Iran menjadi pendukung utama penguasa boneka Afghanistan era Hamid Karzai, pendukung pembentukan pemerintah boneka Irak bentukan Amerika, serta melayani kepentingan Amerika di Suriah untuk mempertahankan Bashar Assad. Di Yaman, Iran menimbulkan konflik terus-menerus sesuai skenario. Tapi tampaknya Amerika tidak puas sampai di situ. Donald Trump ingin Iran benar-benar tunduk sebagai negara antek.
Namun, beberapa elit Iran menginginkan negaranya menjadi independen. Mereka ingin bebas dari cengkeraman Amerika yang selama ini membelenggu. Iran mulai menjalin hubungan erat dengan Cina. Inilah yang paling tidak diinginkan oleh Amerika Serikat. Serangan Amerika diduga kuat hanya untuk merubah struktur internal rezim Iran agar lebih tunduk kepada Amerika Serikat.
Agresi Bersama Israel dan AS: Pelanggaran Hukum Internasional
Serangan dilakukan secara bersamaan oleh Israel dan Amerika Serikat. Banyak pihak menggambarkannya sebagai tindakan agresi yang brutal. Ini melanggar kedaulatan negara berdaulat di luar kerangka PBB. Pertanyaannya, apakah peristiwa ini menegaskan tesis realis bahwa hukum internasional hanyalah instrumen kekuasaan negara adidaya? Atau ini titik nadir di mana tatanan berbasis aturan kehilangan kredibilitas moral?
Perdana Menteri Kanada di Davos bahkan mengatakan dunia tak lagi berbasis aturan. Serangan ini melanggar semua hukum internasional yang ada. Tidak boleh satu negara melakukan intervensi terhadap kedaulatan negara lain tanpa persetujuan PBB. Tapi ini tidak dilakukan sama sekali. Tidak ada alasan kuat kenapa Iran harus diserang. Semua ini menunjukkan arogansi Amerika Serikat yang tak terkendali.
Tanda Keruntuhan Peradaban Barat?
Ini memperkuat bahwa kekuasaan menjadi yang paling penting di dunia. Ini juga menjadi tanda-tanda keruntuhan peradaban Barat yang diklaim dibangun oleh hak asasi manusia, demokrasi, dan hukum internasional — yang mereka langgar sendiri. Serangan di negeri Islam ini sering berulang kali terjadi, bukan hanya Iran tapi juga negeri-negeri muslim lainnya.
Pelajaran untuk Umat Islam
Serangan ini seharusnya memberi pelajaran kepada umat Islam. Dalam sistem internasional yang timpang, kompromi bukan jaminan keamanan. Selama kedaulatan tidak benar-benar independen, tekanan akan selalu datang.
Pertama, bersekutu dengan negara imperialis adalah bunuh diri politik. Negara imperialis akan memanfaatkan hanya untuk kepentingan mereka. Negara imperialis sangat memusuhi Islam dan kaum muslimin. Mereka akan menghancurkan mitra mereka kalau penting dilakukan.
Pragmatisme Tanpa Kesetiaan
Prinsip pragmatisme negara kapitalis tidak mengenal kesetiaan, juga tidak mengenal kemuliaan dalam hubungan antar negara. Ketika Iran tidak lagi sepenuhnya tunduk, mereka melakukan apapun. Tak peduli Iran sudah banyak berkompromi dengan negara barat. Amerika akan mudah mencampakkan penguasa yang tak sejalan. Ini pola yang berulang dalam sejarah: Saddam Husein, Khadafi, Bashar Assad, Husni Mubarak merasakannya. Kesetiaan mereka tak lagi diperhitungkan oleh Amerika.
Lemahnya Sistem Negara Bangsa
Meski mengklaim negara revolusioner berbasis Islam, kenyataannya Iran tetaplah nation state. Iran juga mengadopsi paham sektarian dalam pemerintahannya. Para ahli Iran menyerukan persatuan dunia Islam, tapi Iran sendiri menjadi negara sektarian yang egois. Mereka berpikir hanya untuk kepentingan negerinya sendiri. Ini kelemahan mendasar dari sistem negara bangsa yang telah memecah belah umat Islam. Negeri-negeri Islam menjadi lemah dan tidak berdaya.
Pentingnya Persatuan Umat Islam
Di sinilah pentingnya umat Islam memiliki satu negara yang akan menyatukan seluruh umat Islam di dunia. Negara itu akan memposisikan diri secara berimbang kepada Amerika. Umat Islam butuh khilafah 'ala minhaji nubuwwah. Apa yang terjadi sekarang menunjukkan kelemahan kita sendiri. Ini harus menjadi cermin bagi negeri muslim lain. Masalah terbesar umat bukan hanya agresi eksternal, tapi karena kerapuhan internal yang sangat parah.
Kondisi Umat Islam Saat Ini
Dunia muslim terpecah dalam puluhan negara bangsa. Mereka sibuk dengan kepentingan nasionalnya masing-masing. Ketika satu negeri digempur, yang lain hanya menyampaikan keprihatinan. Tidak ada kekuatan kolektif yang menjadi daya tangkal bersama. Di situlah letak pentingnya khilafah rasyidah yang akan menyatukan umat Islam dan menjadi negara adidaya.
Kesimpulan
Terima kasih Bung Farid atas analisisnya yang tajam. Kita akan lihat perkembangan ke depannya seperti apa. Nanti kita akan berbincang-bincang kembali tentang isu ini. Sekali lagi terima kasih Bung Farid atas waktunya. Mudah-mudahan ini menjadi kebaikan bagi kita semua. Kepada pemirsa, tetap sehat, tetap semangat, dan tentunya tetap taat.
Related Post
Cari isi Blog iko?
Banyak di Caliak
Contoh bacaan/doa khutbah Jum’at,
Animasi Khilafah edisi III (for MP, FS, WP, Blogger)
Kesesatan HTI ( Hizbut Tahrir Indonesia ) dimata penulis
Bacaan Bilal Shalat Tarawih dan Witir dalam Bahasa Arab
Animasi Ideologis for MP or FS
PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM
HTI Sumbar Unjuk Rasa Tolak Kedatangan Obama

